Stadion Gelora Mandiri Parepare jadi Homebase PSM MAKASSAR - Indonesiaku Bicara

Breaking

Minggu, 23 Februari 2014

Stadion Gelora Mandiri Parepare jadi Homebase PSM MAKASSAR

Anggaran renovasi Stadion Gelora Mandiri Parepare yang bakal menjadi home base PSM, saat lolos verifikasi agar berkompetisi di Indonesia Super League (ISL) musim depan ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Anggaran besar untuk merenovasi Stadion Gelora Mandiri akan dibicarakan serius oleh manajemen PSM Makassar dengan Pemkot Parepare. Chief Eksekutif Officer PSM Rully Habibie mengatakan, pihaknya mengagendakan kembali untuk bertemu dengan Pemkot Parepare membicarakan kelanjutan kerjasama tersebut.
"Dana perbaikan stadion ini tidak dimasukkan dalam RUPS," katanya, kemarin Kendati demikian, dia mengaku belum bisa menaksir berapa jumlah dana yang dibutuhkan untuk merenovasi stadion berkapasitas 20 ribu penonton itu. Karena kontraktor pelaksana belum meninjau langsung lokasi. "Diusahakan pekan depan kontraktornya sudah ke Parepare," lanjutnya.
Sementara Wakil Walikota Parepare, HA Faisal Andi Sapada mengatakan, pemkot belum memastikan bagaimana model kerjasama dengan manajemen PSM.
"Yang jelas kami sangat mendukung jika memang PSM akan menjadikan Parepare sebagai home basenya," katanya.
Ketua Pengcab PSSI Parepare Rahmat Sjamsu Alam, mengatakan, untuk membenahi stadion tersebut, tentu manajemen PSM harus mengeluarkan dana dalam jumlah besar. Karena masih ada beberapa fasilitas yang harus dibenahi seperti lampu stadion, untuk mengantisipasi pertandingan malam hari. WC stadion dan ruang ganti pemain serta atap VIP.
"Jumlahnya pasti mencapai miliaran rupiah," ungkap Ato, sapaan Rahmat. Kendati demikian, lanjut putra mantan Walikota Parepare H Sjamsu Alam ini, dana bukanlah hal yang harus dipersoalkan, karena memang untuk mencapai hal yang maksimal tidaklah mudah. Apalagi, lanjut dia, jika PSM bermarkas di Parepare tentu banyak hal positif yang didapatkan pemerintah dan masyarakat.
Sementara kemarin, kelompok suporter fanatik Pagolona Sulawesi Selatan, PSM Makassar, Laskar Ayam Jantan (LAJ) mengembangkan sayapnya di wilayah Ajatappareng. Salah satunya di Kota Parepare. Sekitar 50 orang keanggotaan LAJ Chapter Parepare dikukuhkan langsung oleh dedengkot LAJ Makassar yang juga ketua harian LAJ Makassar, Uki Nugraha alias Dg Uki di Monumen Korban 40 Ribu Jiwa, kemarin. Keanggotan LAJ Parepare merupakan anak asli kota Bandar Madani, resmi sebagai supporter setia PSM Makassar yang memilih Kota Parepare sebagai homebase.
Dg Uki yang ditemui usai mengukuhkan LAJ Chapter Parepare mengatakan, jumlah anggota pertama LAJ untuk sektor Parepare sebanyak 50 orang. Namun, kata dia, jumlah tersebut diyakini akan bertambah karena melihat animo masyarakat untuk mendukung PSM yang berpindah ke Parepare sebagai homebase.
"Kita lihat animo anak asli Parepare untuk bergabung di LAJ sangat tinggi. Ini bentuk kecintaan terhadap PSM. Apalagi, pengukuhan ini juga dihadiri rekan-rakan LAJ Makassar," kata Dg Uki.
Uki menuturkan, telah menerima informasi jika ada sejumlah komunitas supporter bola asal Parepare yang ingin bergabung dengan LAJ yang telah dikukuhkan itu.
"Intinya kami hadir di sini, selain pengukuhan keanggotaan LAJ sektor Parepare, juga sebagai bentuk silaturahmi. Dan saling kenal satu sama lain," ujarnya.
Uki menjelaskan, kegiatan pengukuhan itu, tidak sebatas kegiatan seremonial saja, tetapi bagaimana LAJ ini bisa memahami apa arti dari supporter itu.
"Kita juga akan memberikan pemahaman kepada keanggotaan LAJ Parepare tentang apa sih arti supporter PSM itu," katanya.
Menurut dia, supporter itu sesungguhnya bagaimana bisa memahami ketika tim kesayangannya bertanding. "Beda ki itu atmosfir stadion jika hanya menonton di televisi.
Nah wawasan sebagai supporter itu bisa dipahami jika PSM menang atau kalah di kandang sendiri. Bagaimana perasaan kita ketika PSM tandang di kandang lawan. Sehingga ini yang mau kita ceritakan di Parepare untuk melihat bagaimana kecintaan terhadap PSM bisa tumbuh," jelasnya.
Dg Uki juga menyebutkan, perbedaan sangat menjolok jika menyaksikan PSM melalui layar kaca dengan menyaksikan langsung di stadion. "Beda kalau nonton di tivi. Kita mau tau PSM bukan hanya tim sepak bola. Pertandingan harus berakhir seri, kalah dan menang. Bukan sebatas itu. Kita mau PSM seperti ini lho. Kita mau PSM dari hati dan jiwa teman-teman. Apa pun yg terjadi kita ada pada PSM," katanya.
Dg Uki juga mengakui, pemilihan Stadion Gelora Mandiri sebagai homebase adalah keputusan yang tepat dari manajemen PT PSM dan pengurus. Sebab jika manajemen masih fokus konflik dengan pihak YOSS, tidak akan ada habis-habisnya.
”Meski disayangkan pindah ke Parepare untuk home base , namun ini keputusan terbaik. Kami dari suporter tentunya akan mendukung di manapun PSM berada, di Jepara saja saat babak playoff, semua elemen suporter datang apalagi kalau di Parepare,” sebut Uki.
Uki berharap kepindahan PSM ke Parepare untuk home base adalah solusi terbaik. "Dengan konflik tersebut, tentu sangat berpengaruh dengan PSM itu sendiri. Tim lain sudah intens latihan, kita masih ribut soal lapangan. Kita inginkan bagaimana PSM ini tenang dalam bekerja," imbaunya.
Uki mengatakan, Parepare dipilih sebagai home base PSM justru menambah amunisi supporter dan pendukung. "Parepare kita tahu sebagai kota penyangga di wilayah utara. Tentu komunitas supporter akan bertambah. Saya yakin, setelah Parepare, tentu ada Pinrang, Sidrap, Enrekang, Soppeng, Wajo, dan lainnya yang mudah aksesnya ke Parepare," katanya.
Sementara pelaku ekonomi lokal, Branch Manager PT Citra Niaga Mandiri (CNM), perusahaan pelayaran swasta (KM Thalia) H Syamsul Latanro menilai PSM memilih Parepare sebagai home base akan sangat berpengaruh terhadap gerak roda ekonomi kawasan.
"Satu pemain saja, kalau berbelanja itu kan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat Parepare. Khusunya bagi pedagang kaki lima. Itu baru satu orang. Sementara PSM itu banyak," jelasnya.
Belum lagi, kata Syamsul, ekonomi di bidang transportasi juga tergerak, khususnya bagi tukang ojek, pete-pete, dan lainnya. "Termasuk juga ekonomi di bidang kuliner, restoran dan hotel semuanya tergerak karena kehadiran PSM di Parepare," katanya.
Selain itu, terang Syamsul, Parepare sebagai kota penyangga di wilayah Utara, tentu juga sangat menguntungkan kehadiran PSM. "Coba dibayangkan, ketika warga dari Pinrang, Sidrap, Enrekang, Wajo, Soppeng bahkan Sulbar datang ke Parepare hanya untuk melihat PSM. Mereka belanja, makan, minum dan nginap di Parepare. Tentu ekonomi kita bergerak. Pedagang kaki lima juga hidup," jelasnya.
Namun, Syamsul berharap, kehadiran PSM di Parepare harus juga ditopang dengan sarana dan prasarana stadion yang representatif, akses jalan yang bagus, parkiran serta penerangan stadion.
"Terutama yang sangat dibantu kehadiran PSM di Parepare adalah warga sekitar stadion. Tinggal mereka berkreasi. Apakah menjadi tukang parkit atau berjualan nantinya. Kan ini membantu peningkatan pendapatan mereka," katanya.
Kehadiran komunitas supporter PSM di Parepare juga diapresiasi. "Saya pikir itu bagus, karena kehadiran supporter PSM di Parepare sebagai bentuk dukungan masyarakat Parepare bagi PSM agar terus berprestasi. Dan ini bisa memotivasi bibit persepak bolaan kita ikut belajar," ujar Syamsul.
Syamsul mengatakan, bahwa paling penting diperhatikan adalah resapan air ketika hujan. "Kita tahu sendiri, kalau hujan bagaimana kondisi lapangan yang becek dan berkubang. Sehingga itu yang dicarikan solusi secepatnya," tandasnya. (sar)

Sumber : parepos.co.id